Senin, Oktober 22, 2012

Manajemen Hati...



Nah, setelah sekian lama, akhirnya otak saya sedikit encer karena demam, ide tetiba muncul akibat sentakan atasan akibat perbuatan bodoh kami di hari sabtu kemaren...
Jadi, ceritanya begini...

Jum’at sore 02.00 pm, semua berkumpul di ruangan kantor, kecuali teman kami si S, dia ikutan latihan PBB di pusat mahasiswa...  badai membawa berita bahwa akan ada pemeriksaan BPK di kantor kami, menurutku tu wajar saja dan gak perlu takut, tpi sang M udah panik duluan, diajaklah kami ke lembur di hari sabtu ceria...

Dan satu bagian kami sudah janji sama seorang eselon di kantor pusat untuk makan-makan di rumahnya, kamipun lembur dengan setengah hati. Merasa semua sudah selesai dan gak ada yang perlu ditunggu, kami langsung cabut ke tempat makan-makan.

Dari situlah masalah berawal, kami sudah malas waktu itu, jadi kami niat dengan sepenuh hati dengan semangat juang tinggi karena habis DBK, kami kabur, meninggalkan M sendiri di kantor.

Minggu kami punya prediksi kalau senin bakalan berdarah-darah di kantor, dan dugaaan itu ternyata benar... kami bertiga langsung dipanggil ke ruangan M, panas dingin dan keringat sudah bercampur di dalam hati, desingan kata-kata datang bertubi-tubi, aku dan mas A sudah tidak mampu lagi melihat matanya yang menyeramkan, rasa di muka sudah panas dengan muntahan bubuk kemarahan, cipratan demi cipratan meluluhlantahkan mental kami, kecuali satu teman kami, si B, dia agak sedeng, dimarahin begtu dia malah senyum-senyum, katanya sih apa yang dia dengerin gak disangkutin ke otaknya (????) yang lalu biarlah berlalu....

Nah, masih berlanjut ternyata amarahnya, dia membanting pintu dengan kerasnya tadi (sebelum cerita ini dibuat_red), kami gak berkutik, bukan gak berani melawan, tpi atasan selalu benar... inget yak!!! Catet!!


Salam hangat di bawah hujan... #demam
Ceritanya gak nyambung kan sama judulnya? Aku juga bingung kenapa tadi judulnya itu, tpi sudahlah, gak penting, tpi intinya itu lah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar