Nah, setelah sekian lama, akhirnya otak saya sedikit encer
karena demam, ide tetiba muncul akibat sentakan atasan akibat perbuatan bodoh
kami di hari sabtu kemaren...
Jadi, ceritanya begini...
Jum’at sore 02.00 pm, semua berkumpul di ruangan kantor, kecuali
teman kami si S, dia ikutan latihan PBB di pusat mahasiswa... badai membawa berita bahwa akan ada
pemeriksaan BPK di kantor kami, menurutku tu wajar saja dan gak perlu takut,
tpi sang M udah panik duluan, diajaklah kami ke lembur di hari sabtu ceria...
Dan satu bagian kami sudah janji sama seorang eselon di
kantor pusat untuk makan-makan di rumahnya, kamipun lembur dengan setengah
hati. Merasa semua sudah selesai dan gak ada yang perlu ditunggu, kami langsung
cabut ke tempat makan-makan.
Dari situlah masalah berawal, kami sudah malas waktu itu,
jadi kami niat dengan sepenuh hati dengan semangat juang tinggi karena habis
DBK, kami kabur, meninggalkan M sendiri di kantor.
Minggu kami punya prediksi kalau senin bakalan berdarah-darah
di kantor, dan dugaaan itu ternyata benar... kami bertiga langsung dipanggil ke
ruangan M, panas dingin dan keringat sudah bercampur di dalam hati, desingan
kata-kata datang bertubi-tubi, aku dan mas A sudah tidak mampu lagi melihat matanya yang menyeramkan, rasa di muka sudah panas dengan muntahan bubuk
kemarahan, cipratan demi cipratan meluluhlantahkan mental kami, kecuali satu
teman kami, si B, dia agak sedeng, dimarahin begtu dia malah senyum-senyum, katanya
sih apa yang dia dengerin gak disangkutin ke otaknya (????) yang lalu biarlah
berlalu....
Nah, masih berlanjut ternyata amarahnya, dia membanting
pintu dengan kerasnya tadi (sebelum cerita ini dibuat_red), kami gak berkutik,
bukan gak berani melawan, tpi atasan selalu benar... inget yak!!! Catet!!
Salam hangat di bawah hujan... #demam
Ceritanya gak nyambung kan sama judulnya? Aku juga bingung
kenapa tadi judulnya itu, tpi sudahlah, gak penting, tpi intinya itu lah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar