Selasa, September 17, 2013

kereta ekonomi: nyaman dan kekeluargaan

hem, kemarin saya pulang ke kampunng halaman. berangkat jumat malam dan kembali minggu sore. saya naik kereta progo dari pasar senen ke kutoarjo yang berangkat jam 10 malem dan kembali menggunakan kereta kutojaya. suasana stasiunnya sudah jauh berbeda, ada pagar pembatas antara kereta kedatangan dan keberangkatan, harus ada tiket untuk masuk ke area stasiun dan ada pembagian pintu masuk bagi tiap-tiap kereta yang berbeda. systemnya sudah mirip di sebuah bandara, malahan tumpukan penumpang di dalam stasiun terlihat sepi, tidak seperti di bandara.

waktu masuk ke dalam kereta, yang saya herankan adalah penumpangnya. mereka sudah saling mengenal satu sama lain, saling bersalaman, bertegur sapa dan saling membagi-bagikan makanan _saya dapet tape goreng lho, enak :). mereka mengobrol dengan asyiknya. setelah kereta menembus batas kota jakarta, para penumpang mulai mengeluarkan barang-barang mereka, kertas kardus, koran bekas, bahkan selotip juga mereka keluarkan. saya juga bawa lho, koran sama selotip...huwahahaha

oke, dan kami mulai saling membagi wilayah kekuasaan untuk tidur di dalam kereta. sebagian kertas koran dilipat dan diselotip untuk menutupi lampu kereta yang menyilaukan di malam hari, sebagian lagi untuk alas tidur. lorong kereta, di atas kursi, di bawah kursi dan bahkan depan toilet pun dijadikan tempat untuk istirahat sejenak bagi para penumpang. saya beruntung karena ada bapak-bapak baik hati yang bawa tiker panjang dan saya boleh tidur di atas tiker beliau :) perjalanan kali ini akan saya tempuh sekitar 7jam, lumayan untuk tidur setelah seharian kerja. sampai di kutoarjo, saya disuguhi udara sejuk, kabt tipis, hawa yang dingin dan seberkas sinar matahari pagi.

heeem, akhirnya, rumah, di mana nasi 3 piring tidak cukup untuk sehari :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar