Selasa, April 24, 2012

travelling ke toba

Toba, si anak aset...
Jum'at, 19 April 2012, kami berempat (roy anshor, bambang belani pradana dan hendry thomas sinaga) segaja tidur di kantor. tapi seperti biasa, kalau kami berkumpul, sangat sulit untuk tidur. jam 1 dini hari baru kami bisa tidur nyenyak... alarm menunjukkan pukul 2 dini hari sabtu 20 April 2012, baru satu jam kami terlelap, kami sudah harus pergi mencari taksi untuk ke bandara.
jam 3.15 kami berangkat menuju bandara dan sampai di terminal 1c jam 4 pagi, kami langsung check in dan dilanjutkan sholat di luar counter check in. selesai sholat, kami lari dri counter check in ke gate citilink, maklum, penerbangan kami jam 05.20 pagi, masih gelap waktu itu....
ada sedikit kericuhan di pemeriksaan waktu di bandara, boarding pass bambang hilang terselip, paniklah kami tpi akhirnya dia dapat menemukannya tepat waktu. kami langsung menuju pesawat citilink GA-040 boeing 737-300 menuju medan, berangkat tepat waktu. dan kami berangkat waktu masih gelap dan melihat matahari terbit dari ketinggian 27.000 kaki dengan kecepatan 700 km/jam.
sampai di polonia kami langsung dijemput bapaknya hendry (maklum, dia orang medan), cari makan soto medan yang lezat sekali (maklum, lapar banget waktu itu)...
jam 10an pagi 210412 kami berangkat menuju danau toba, selama kurang lebih 5 jam kami menempuh perjalanan ke danau toba melewati rute berastagi samosir. jam 4 sore kami sudah bsa melihat air danau toba tapi perjalanan masih berlanjut, kami harus segera menyeberang ke parapat, ferry terakhir jam 6 sore...
akhirnya kami berhasil mencapai pelabuhan ASDP tomok, dan gerbangnya sudah ditutup #lemes... namun, gerbangnya dibuka kembaali, ternyata masih ada tempat buat mobil kami, dan kamipun berangkat ke parapat... suasana sudah gelap dan sayup-sayup terdengar suara lagu batak di kapal.
satu jam berlalu dan kami sampai ke pelabuhan ajibata, di tempat ini kami menemui saudara si hendry dan menginap dsana.
jam 7 pagi hari ahad 220412 kami berangkat ke tepi danau toba dan kami mandi dsna..
dingin sekali airnya, namun semakin siang, airnya menjadi hangat... setelah itu kami beli oleh2 baju dan menuju kembali ke medan lewat pematang siantar yang cepat namun pemandangan hanya hutan dan gedung. banyak pohn karet dan sawit di tengah perjalanan kami pulang.
jam 4 sore kami sampai ke medan dan berkeliling medan. bolu meranti tujuan pertama kami setelah itu ke carefour namun kami langsung pergi lagi soalnya tempat parkirnya ribet banget. akhirnya kami memutuskan pergi ke Universitas Sumatera Utara untuk berkeliling. kami kembali ke rumah hendry dan makan dsna untuk perispan ke jakarta kembali.
kami ke polonia jam 6 sore, langsung check in dan ke waiting room... namun, ketika sampai di boarding gate kami panik, soalnya kartu identitas kami diperiksa kembali dan salah satu teman kami sebenrnya berbeda nama antara tiket dan kartu identitasnya... namun kami berhasil lolos dan terbang dengan selamat nyampek jakarta jam 11 malam dengan citilink GA-045 Airbus 320 200 kalau g salah, pokoknya airbus lah...
berikutnya ini rincian biaya kami:
tiket PP citilink jakarta medan IDR 370.000
dan patungan buat biaya di medan sekitar IDR 700.000
ni udah buat biaya beli oleh2, taksi dari bintaro-jakarta, airport tax, makan di medan, supir...
untuk charter mobil sekitar IDR 300.000

oya, satu hal lagi yang salah dengan pikiranq tentang danau toba, kirain pulau samosir itu bener2 pulau yang dikelilingi aer tpi ternyata ada jalan darat menuju ke sana...hahhaha #dodol

Kamis, Maret 15, 2012

“dicintai”, hak_mu kah?

      banyak orang menuntut dicintai oleh pasangannya atau pacarnya atau yang baru “ditembak”nya, padahal dicintai merupakan hak orang lain, kita hanya bisa menerima cinta dari orang lain, bukan meminta atau bahkan memaksa untuk diberi cinta. Cinta masalah hati dan hati tak ada yang bisa menebaknya.

      sebuah cara untuk membuat orang lain memberikan hatinya adalah dengan membuat kita penting bagi dirinya, penting bagi masa depannya dan tentu saja, baik dimatanya.
Saya sendiri sangat menyadari itu, saya hanya bisa mencintai seseorang yang bisa dikatakan sangat berbeda dengan saya. Meskipun sakit, ini hanya di hati, tak terlihat dari luar, jadi saya tetap tersenyum, senyum kebahagiaan...

     Kamu harus menghargai keputusan setiap individu yang memiliki hak memilih, kepada siapa dia akan memberi cintanya, kapan dia akan memberinya, bagimana dia akan memberinya tanpa tanya kenapa dia lebih memilihnya dari pada kamu, lagi-lagi ini masalah hati, yang tentu saja tidak bisa ditebak tadi.

     Jujur, saya lebih menyukai wanita yang lebih tua dari saya, ini sebab lain yang membuat saya harus menerapkan prinsip bahwa “dicintai” bukan hak saya, yang tidak bisa saya minta seenaknya dari orang lain. Saya sadari bahwa seorang wanita akan memilih seorang pria yang lebih dewasa, lebih mapan dan lebih menjanjikan. Buat apa berhubungan dengan pria yang muda dan dianggap adik, itu sebuah lelucon yang tak lucu, gak perlu dibahas sama sekali, gak akan ada kesempatan.

     Yah, kepercayaan saya tentang hati yang gak bisa ditebak tadi tertutupi stereotip tersebut, memang hati gak bisa ditebak tapi  ada kalanya otak itu berpikir realistis tentang cinta, maka akan lain hasilnya. Memilih pria yang lebih tua adalah pilihan utama, dan pria seperti saya akan gigit jari sambil tersenyum penuh kekalahan.

Salam hangat dari bintaro 15/03/12
#oedipuscomplex

Kamis, Desember 22, 2011

Sang Penjaga Surga...

Sudah 23 tahun beliau menerima pekerjaan itu. Di tengah kesederhanaannya, ia melahirkan seorang putra, di tengah kesederhanaannya pula, ada kebahagiaan terpancar di sekelilingnya. Beliau ditemani suaminya yang setia di sampingnya (walaupun kadang-kadang bertengkar…hehehe #kenyataannya).

Di usianya yang telah berkepala empat, dan anaknya yang sudah bekerja dan kuliah, dia tetap bekerja di siang hari, tentu saja pekerjaan selain menjaga surga. Setiap jam 8 beliau berangkat ke tempat kerja yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Dengan sepeda angin, beliau berangkat ke tempat kerjanya dan tak jarang pula harus berjalan kaki. Jam 2 siang beliau pulang dari bekerja di tempat pembuatan peyek kacang (rempeyek_red). Selama hampir 6 jam, beliau berada di depan tungku panas dan wajan yang berisi minyak yang siap untuk menggoreng adonan yang telah beliau persiapkan sebelumnya. Setelah pulang, beliau tak lantas istirahat, masih banyak pekerjaan yang harus beliau kerjakan, seperti masak untuk suaminya, mencuci peralatan dapur, memberi pakan ternak dan membersihkan pekarangan. Beliau bercerita kalau beliau bekerja untuk menghibur diri karena di rumah tinggal berdua dengan suaminya. Sudah hampir setahun mereka di tinggal anak bungsunya karena anak bungsunya harus kuliah di Bogor. Beliau kadang-kadang kesepian karena anak-anaknya tidak setiap bulan menengok mereka di kampung, tapi beliau mengerti bahwa anak-anaknya berjuang di sana, untuk masa depan lebih baik, lebih dari beliau. Beliau tidak pernah mengeluh kepada anaknya soal keuangan meskipun dia kadang-kadang kesulitan. Anaknya kadang-kadang marah, kenapa beliau tidak memberi kabar kalau beliau sedang kekurangan di sana. Bagi beliau, melihat anak-anaknya sudah tidak bergantung kepadanya lagi merupakan sebuah kebahagiaan yang tak ternilai, beliau merasa kalau beliau paling tidak telah berhasil mendidik anak-anaknya dan mengantarkan mereka ke kehidupan yang lebih baik dari beliau dan itu lebih dari cukup bagi beliau.

Setiap pagi, beliau bangun jam 5 pagi untuk membuat sarapan untuk suaminya. Dengan lauk seadanya tapi karena dibuat penuh cinta dan keahlian yang telah terasah selama 23 tahun ini, makanan sederhana itu terasa enak dan istimewa. Tak lupa dia membuatkan teh tubruk untuk suaminya yang sedang tidur (bapakq jarang bangun pagi cuy, paling buat sholat subuh doang, abis tu tidur lagi, parah kan?), menaruh teh tersebut di atas tivi.

Hah, penjaga surga yang sederhana, itulah ibu’ku, wanita terhebat dan terenak makanannya, kalau pulang aku pasti disuruh sarapan jam 6 pagi, bayangkan kalau aq di sini (tangerang_red) jam 10 aja belum sarapan dan kalau beliau ke sini, aku bakalan susah karena kamarku pasti dirapikan dan dibersihkan oleh beliau. Alhasil barang-barangku susah dicari karena udah tertata rapi (ealah, malah protes…-_-‘)…

Selamat hari ibu semuanya…


#di belakang pria hebat, selalu ada wanita yang mengomelinya#



Selasa, Oktober 25, 2011

Cinta akan datang ketika kamu baik hati...

Pernah saya berfikir bahwa saya tidak butuh yang namanya cinta ketika saya putus dengan mantan pacar saya. Dulu yang saya lakukan hanya unutk membuat saya senang seperti makan di tempat kesukaan, persediaan snack yang melimpah, jalan-jalan sendiri ke tempat menarik. Itu semua bisa saya lakukan karena saya sudah bisa bekerja dan tentu saja punya uang. Saya tidak berfikir bagaimana orang-orang di sekitar saya bahagia, apa mereka nyaman dengan saya, saya tidak peduli.
Namun akhir-akhir ini saya sadar oleh hal aneh yang saya alami sendiri, ini sungguh lucu ketika ada seseorang yang marah-marah kepada saya padahal saya tidak punya salah dan tidak ada hubungannya dengan saya. Karena saya tau bagaimana latar belakangnya, saya berfikir bahwa dia seperti kurang cinta kasih orang lain (dan mungkin ini yang membuatnya belum punya pasangan).
Dia selalu mencari pelampiasan untuk menuangkan kemarahannya kepada siapa saja yang ditemuinya terutama pegawai yang ada di bawahnya. Apakah dia sadar atau tidak, hal demikian menurut saya akan membuat setiap orang membenci dirinya, membuat gosip tak sedap tentang dirinya dan akhirnya setiap orang ingin menghindarinya.
Kemarahan akan menimbulkan sakit hati (tapi terus terang saya tidak sakit hati karena muka ini sudah tebal seperti tembok) kepada yang dimarahinya. Akhirnya anak buahpun bekerja hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya dan bisa ditebak, tidak ada kepuasan ketika pegawai  menyelesaikan sesuatu.
Dan akhirnya, jangan pernah menuntut dicintai, berbuatbaiklah kepada orang maka cinta akan datang karena dicintai bukanlah hak kamu dan mencintai merupaka hak kamu.
Berbuat baiklah kepda orang lain dan cinta akan datang kepadamu.
Salam hangat dari Bintaro.

Kamis, September 29, 2011

Jangan sebut aku gayus,...

Sudah lebih dari setahun kasus gayus muncul, tiba-tiba ada yang keluar dari chat di facebook berbunyi “halo gayus...”. Deg! Apa karena aku lulusan STAN dan aq layak disebut gayus? Aku di sini berusaha untuk tidak menjadi seperti gayus, memang banyak godaan di sini terutama ajakan makan dari rekanan, tapi aku sekuat mungkin menolaknya karena aku tau diajak makan pun termasuk gratifikasi.

Di kampusku dulu, kami benar-benar diajarkan untuk tidak korupsi, bahkan untuk urusan mencontek saat ujian adalah sebuah tindakan yang sangat tidak terpuji di kampusku dulu. Sudah banyak tersangka dalam kasus mencontek yang dikeluarkan dari kampus STAN. Kami menganggap mencontek adalah tindakan korupsi juga, karena nilai yang kami dapat, kami peroleh dengan melanggar tata terbit, nilai itu bukan hak kami kalau mencontek. Ada lagi kasus dimana seorang mahasiswa yang dikelaurkan gara-gara ketahuan punya keinginan korupsi, bahkan keinginan saja bisa membuat mahasiswa di sini di DO, semua momok yang kami takuti di kampus Ali Wardhana ini.

Ketika kamu diberi uang 2juta oleh salah seoarang pemasok di kantormu, apakah kamu akan menerima uang itu? Rekanan ikhlas memberinya kepadamu sebagai ucapan terima kasih, tanpa syarat lagi. Di sini, itulah korupsi, di tempatmu paling dianggap ayng wajar, tapi itu korupsi. Korupsi, ketika kamu menerima baik barang ataupun uang ataupun sesuatu yang lain yang bisa dinilai dengan uang sehubungan dengan pekerjaan yang kamu lakukan dan kamu telah dibayar oleh atasanmu untuk melakukan pekerjaan itu, itulah korupsi.

Korupsi, ketika kamu melanggar hak orang lain atau mengambil hak orang lain, itulah korupsi. Ketika kamu melanggar lampu lalu lintas, kamu mengambil hak orang lain untuk melintas. Ketika kamu menerobos antrian, kamu juga mengambil hak orang lain untuk melakukan sesuatu terlebih dahulu. Ketika kamu mencontek dan dapat hasil lebih bagus dari pada tidak mencontek, kamu telah mnegambil hak orang lain yang bekerja keras demi sebuah nilai. Apa kamu pernah melakukan salah satunya?

Aku di sini bekerja keras untuk menjadi lebih baik, menjadi orang yang taat hukum. Kamu g tau rasanya berhenti di lampu lalu lintas yang berwarna merah kemudian dari belakang ditubruk orang atau diteriaki dan dikalkson orang, aku berusaha menaat lampu lalu lintas waktu itu, tapi itu menyakitkan.

Aku bukan gayus, walaupun aku lulus di kampus yang sama, aku berusaha mentaati aturan di sini, mencoba membangun kepercayaan, mencoba menjadi lebih baik, mencoba apa yang terbaik menurutku.

Aku mohon, jangan panggil aku gayus, itu menyakitkan teman.

Selasa, September 27, 2011

quotes sesat

"menyerah itu lebih baik dari pada kamu jalan terus dan berakhir dengan kegagalan..."
#wahyu zulianto