selamat akhir tahun, Tuhan
ini mungkin suratku yang pertama untukMu,
maaf, jika nanti ada kata-kataku yang tak pantas untukMU...
yang pertama, aku ingin mengucapkan terima kasih atas penjagaanMu kepada ibuku, sekarang beliau sudah agak sehat kembali dan ruam-ruam di wajahnya sudah memudar..
kemarin aku baru sempat menengok ibu kembali setelah terakhir aku pulang, ibu sedang sakit lumayan parah dan aku meninggalkan beliau dalam keadaan sakit waktu itu.
terima kasih atas kuasaMu, Tuhan, tanpa Engkau, aku gak akan sebahagia ini.
oya, ibu sekarang lagi dalam tahap pengobatan dan dia harus berobat setiap 2minggu sekali tpi semuanya baik-baik saja. hanya saja ibu ngotot mau bekerja, walaupun dia masih dalam tahap pengobatan. kata beliau, dia tidak mau berpangku tangan di rumah, mau mencari kesibukan.
untuk itu, aku mohon padaMU, jagalah dia, dia ibu yang paling hebaat sedunia soalnya, sembuhkan penyakitnya, aku mohon dengan sangat kepadaMU, Tuhan :D
oya, kata ibu, dia sekarang bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berobat lho, keren kan?
hemmmm, satu lagi, kemaren aku gak sempet makan masakan ibu waktu hari minguuu di rumah....hiks, sedihnya kmren itu.... tpi ibu mbawain bekal nasi kotak buat di kereta, dan aku makan dengan lahapny :D laper soalnya.
emmm, oya, makasih juga telah memberi seorang ayah yang hebaaat banget, alaupun dia agak menjengkelkan sih... tpi sebagian besar dia hebat...
kemaren waktu aku bertemu beliau, aku dijemput meski hujan deras. gak tau ayah menunggu berapa lama, tpi menurutku dia pasti menunggu lama untukku...
sudah dulu suratku ini yak, aku mohon sekali lagi, jaga mereka yak, Tuhan....
selamat tahun baru masehi, Tuhan....
salam hangat penuh cinta dariku...
Senin, Desember 31, 2012
Rabu, Desember 26, 2012
tadi malam saya benar-benar marah...
zup, hujan dari sore hari kemaren sampai menjelang malam membuat saya sedikit frustasi. saya tertidur menjelang azan ashar dan itu sangat menggangu saya. mulai dari tidur yang tidak nyenyak sampai mimpi buruk yang lupa saya ingat.
kalau saya marah, saya akan mendiamkan seseorang dalam waktu yang cukup lama. eergh, saya benar-benar kesal waktu itu. ini tentang prinsip hidup saya yang sedikit membuat saya jengkel.
begini prinsip saya, kalau kamu suka menolong orang, maka orang pun akan menolong kamu dengan senang hati. tapi yang saya dapatkan tadi malam tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. itu membuat saya sedikit marah pada Tuhan, kenapa? saya sedang butuh sesuatu yang malam itu memang saya perlukan. mungkin itu masalah sepele bagi dirinya, tapi apa salahnya kalau saya bertanya, berarti saya butuh jawaban. SAYA BUTUH JAWABAN!!
tidak perduli jawabannya apa, tapi saya butuh itu.
itu hampir mematikan tekad saya untuk membantu orang lain, ingin bersikap apatis terhadap siapapun tadi malem. pikiran itu sempat terlintas dan berhenti beberapa saat di pikiran saya. tapi, saya balik lagi otak ini, kalau saya menerapkan pikiran seperti itu, lantas orang lain gak perlu menolong saya dong? ehm, kaya'nya saya bukan tipe orang yang bisa hidup sendiri.
saya biarkan amarah itu saya bawa tidur dan ketika bangun saya kehilangan amarah itu. rasa dendam masih ada sedikit sih, tpi smoga waktu bisa menghapusnya.
yak, bagi siapaun yang merasa, saya mohon ketika saya butuh jawaban karena yang saya punyai cuma pertanyaan, tolong dijawab, karena saya butuh jawaban yak...
dan akhirnya curhatan saya telah selesai sampai di sini dulu, apabila ada yang tersinggung, saya mohon maaf, kalau untuk permintaan maaf kamu butuh ditraktir, saya usahakan mentraktir dan sedikit nasehat dari saya, tetaplah menolong walaupun gak ada yang menolong kamu, mungkin akan menyakitkan, tapi kalau setiap orang gak mau menolong, siapa lagi? karena mungkin kitalah penolong terakhir bagi mereka...
salam hangat dari bintaro di musim hujan... :D
kalau saya marah, saya akan mendiamkan seseorang dalam waktu yang cukup lama. eergh, saya benar-benar kesal waktu itu. ini tentang prinsip hidup saya yang sedikit membuat saya jengkel.
begini prinsip saya, kalau kamu suka menolong orang, maka orang pun akan menolong kamu dengan senang hati. tapi yang saya dapatkan tadi malam tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. itu membuat saya sedikit marah pada Tuhan, kenapa? saya sedang butuh sesuatu yang malam itu memang saya perlukan. mungkin itu masalah sepele bagi dirinya, tapi apa salahnya kalau saya bertanya, berarti saya butuh jawaban. SAYA BUTUH JAWABAN!!
tidak perduli jawabannya apa, tapi saya butuh itu.
itu hampir mematikan tekad saya untuk membantu orang lain, ingin bersikap apatis terhadap siapapun tadi malem. pikiran itu sempat terlintas dan berhenti beberapa saat di pikiran saya. tapi, saya balik lagi otak ini, kalau saya menerapkan pikiran seperti itu, lantas orang lain gak perlu menolong saya dong? ehm, kaya'nya saya bukan tipe orang yang bisa hidup sendiri.
saya biarkan amarah itu saya bawa tidur dan ketika bangun saya kehilangan amarah itu. rasa dendam masih ada sedikit sih, tpi smoga waktu bisa menghapusnya.
yak, bagi siapaun yang merasa, saya mohon ketika saya butuh jawaban karena yang saya punyai cuma pertanyaan, tolong dijawab, karena saya butuh jawaban yak...
dan akhirnya curhatan saya telah selesai sampai di sini dulu, apabila ada yang tersinggung, saya mohon maaf, kalau untuk permintaan maaf kamu butuh ditraktir, saya usahakan mentraktir dan sedikit nasehat dari saya, tetaplah menolong walaupun gak ada yang menolong kamu, mungkin akan menyakitkan, tapi kalau setiap orang gak mau menolong, siapa lagi? karena mungkin kitalah penolong terakhir bagi mereka...
salam hangat dari bintaro di musim hujan... :D
Kamis, Desember 06, 2012
Edisi akhir tahun... (reeditable)
zup, desember sudah di depan mata. pertama-tama saya ingin menyesal dengan apa yang saya inginkan di awal tahun namun sampai sekarang belum terwujud juga...ayeeee
stah.. plaaak... tamparan keras buat saya, hal-hal kecil namun penting di tahun ini gagal terwujud akibat kemalasan saya sejak awal tahun. yah, mungkin saya harus memperbaiki lingkungan kerja saya agar nyaman untuk bekerja misalnya nih merapikan meja yang super duper berantakan apalagi di akhir tahun begini, bukan meja yang terlihat namun tumpukan kertas yang banyak...heu
dan akhir tahun ini, ada sahabat saya yang diterima Diploma IV di kampus Ali Wardhana, lumayan buat memberi semangat dan memberi warna lain untuk 2 tahun ke depan.
oya, saya mau menceritakan harapan di tahun mendatang juga, lumayan untuk mendorong saya lebih tidak malas lagi.
pertama yang saya harapkan di tahun 2013 adalah lulus Strata 1. walaupun tinggal ngerjain skripsi doang, saya malas bukan maen dalam hal ini. dari mencari-cari alasan tiap hari untuk tidak ke kampus, nyampek berharap datangnya ujan gede' buat alasan gak ke sana. dan sekarang pengerjaan skripsi ini sudah over time dan saya harus menulis outline dari awal kembali. dan tahun 2013, saya berharap untuk dapat menyelesaikan hal ini. zup, mari kita bersama-sama mengucapkan "amiiinnnnn'.
harapan yang kedua di tahun depan adalah smoga ibu' bertambah sehat, bisa melakukan aktivitas dengan lancar dan smoga bapak bisa bangun pagi dan tidak merokok lagi.
yang ketiga, saya ingin bisa menabung untuk masa depan yang lebih cerah dan agar bisa menjadi anak baik, tidak sombong dan murah senyum :D
yang keempat, saya berharap bisa menepati janji-janji saya kepada sahabat gila saya. gak tau kenapa, kalau sama dia pasti ada janji yang terucap. dia pasti menggunakan guna2 ini...stah
dan selanjutnya nanti saya pikir-pikir dulu. itulah sebabnya saya kasih tanda "reeditable"...
salam hangat dari cirebon yang lumayan panas...
stah.. plaaak... tamparan keras buat saya, hal-hal kecil namun penting di tahun ini gagal terwujud akibat kemalasan saya sejak awal tahun. yah, mungkin saya harus memperbaiki lingkungan kerja saya agar nyaman untuk bekerja misalnya nih merapikan meja yang super duper berantakan apalagi di akhir tahun begini, bukan meja yang terlihat namun tumpukan kertas yang banyak...heu
dan akhir tahun ini, ada sahabat saya yang diterima Diploma IV di kampus Ali Wardhana, lumayan buat memberi semangat dan memberi warna lain untuk 2 tahun ke depan.
oya, saya mau menceritakan harapan di tahun mendatang juga, lumayan untuk mendorong saya lebih tidak malas lagi.
pertama yang saya harapkan di tahun 2013 adalah lulus Strata 1. walaupun tinggal ngerjain skripsi doang, saya malas bukan maen dalam hal ini. dari mencari-cari alasan tiap hari untuk tidak ke kampus, nyampek berharap datangnya ujan gede' buat alasan gak ke sana. dan sekarang pengerjaan skripsi ini sudah over time dan saya harus menulis outline dari awal kembali. dan tahun 2013, saya berharap untuk dapat menyelesaikan hal ini. zup, mari kita bersama-sama mengucapkan "amiiinnnnn'.
harapan yang kedua di tahun depan adalah smoga ibu' bertambah sehat, bisa melakukan aktivitas dengan lancar dan smoga bapak bisa bangun pagi dan tidak merokok lagi.
yang ketiga, saya ingin bisa menabung untuk masa depan yang lebih cerah dan agar bisa menjadi anak baik, tidak sombong dan murah senyum :D
yang keempat, saya berharap bisa menepati janji-janji saya kepada sahabat gila saya. gak tau kenapa, kalau sama dia pasti ada janji yang terucap. dia pasti menggunakan guna2 ini...stah
dan selanjutnya nanti saya pikir-pikir dulu. itulah sebabnya saya kasih tanda "reeditable"...
salam hangat dari cirebon yang lumayan panas...
Jumat, November 09, 2012
memakan korban (kembali)...
apa sih yang membuat pria esmosi? nah, salah satunya diinjak-injak harga dirinya, gak peduli itu benar atau enggak. contohnya ketika kamu sadar bahwa ukuran otak kamu dan isinya lebih kecil dari rata-rata manusia, dan ada orang yang mengatai kamu guoblok atau bodoh secara bertubi-tubi bin lebay, kamu gak akan terima begitu saja, saya juga gak akan terima digituin. menurut saya yang termasuk dalam kategori di atas juga, masih ada yang bisa dilakukan oleh orang guoblog banget sekalipun kok. contohnya teman saya di kampung halaman, soal mengaji dan sekolah, dia gak pinter sama sekali, bahkan setiap jenjang sekolah, dia pasti harus mengulangnya sekali lagi. namun, ketika dia sadar kepintarannya bukan pada hal-hal seperti itu, dia belajar hal lain, jadi perawat (dia cowok lho). kenapa begitu? dia orangnya sabar dan mau membantu orang lain, sehingga orang-orang menyukai kesopanannya itu. dan akhirnya dia sudah berkelana kemana-mana, ke jakarta dan kalimantan setauku. dan suatu hari dia akan balik kampung untuk berlebaran, sang bos membelikan tiket bolak-balik agar dia balik lagi ke kalimantan. dari cerita yang gak nyambung di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa orang guoblog pun punya kepintaran sendiri. seorang guru matematika yang super jenius akan kesulitan kalau ditanya siapa presiden amerika ke 4 dan kapan menjabatnya. artinya dia guoblog di pelajaran sejarah. dan kamu gak perlu mengolok-oloknya secara berlebihan.nah, apa yang terjadi ketika kamu mengolok seseorang nyampek sakit hati? balas dendam, sabotase kehidupanmu dan teman kamu gak akan menghormati kamu lagi. udah sakit, sakit tau , bahasa lebaynya begitu. nah, ada beberapa cara menghindari perbuatan seperti itu, contohnya kalau kamu lagi jengkel banget sama si guoblog banget itu, kalau dia berbuat salah, kamu tunjukin cara yang benar dan dorong dia agar belajar lagi. setidaknya dia akan mengerti ucapan Anda dan berusaha memperbaikinya.contoh lain seperti bos saya, kalau ada salah banyak di dokumen yang saya buat, dia cuma nyoret beberapa kata dan ditulis dengan huruf kapital semua "TOLONG YANG TELITI LAGI!!!'' dan seketika itu saya akan sadar bahwa saya kurang teliti dan kalau menghadap dia kembali, saya akan berhati-hati tapi tanpa rasa tersinggung dengan tulisannya. nah, jadi berpikirlah sebelum kamu berbicara, apapun itu. sang bijakpun akan berpikir dua kali kalau dia akan menuliskan kata-kata bijaknya, apalgi saat dia berbicara. lidah tidak bertulang, tpi dia begitu tajam.salam hangat dari hotel altelt century lantai 10selalu ceria di hari yang mendung :D
Selasa, Oktober 30, 2012
jangan menunggu siap...
kata bapak-bapak pejabat waktu kami berkumpul di century park hotel (hotel atlet_red) ada yang memberikan nasehat bahwa menikah tidak perlu menunggu kamu siap, tapi bersiapkan dengan baik, bersiaplah melaksanakan tanggung jawab atas apa yangg kamu lakukan, kalau kamu menunggu dirimu siap, kamu gak akan pernah nikah, begitu intinya.
masih terngiang jelas di otakku apa yang beliau maksudkan. aku sih berfikirnya, ketika aku nanti nikah, saya harus sudah siap dimana kami akan tinggal, bagaimana kami akan membesarkan anak, dimana dia akan sekolah dan bagaimana biaya pernikahan yang kami langsungkan.
namun, akhirnya otakku sedikit demi sedikit meneriman nasehat itu. kita butuh ''keterpaksaan'' untuk melakukan hal besar, bukan cuma mempersiapakannya saja, karena memulai sudah merupakan setengah jarak yang kita tempuh.
saya gambarkan begini, di awal kamu punya uang 20 juta untuk menikah. kamu berpikir bahwa uang itu gak akan mencukupi biaya pernikahan kelak, apalgi untuk menghidupi keluarga yang terbentuk kelak, nikah saja sudah butuh 15 juta lebih, perhitungan jika gak nyewa tempat dan catering yak.
ketika kamu mengajaknya untuk menikah, kamu hanya butuh keberanian, uang tetep utuuh. ketika lamaranmu diterima, pernikahan akan dilaksanakan oleh dua orang, kalian berdua. uang jadi nambah, kamu 20 juta dan dia misalnya 20 juta, total 40 juta. bikin undangan, eh bapak ibu yang ngundang, uang tetep utuh. bantu-bantu orang tua untuk membuat persiapan, dari sound system nyampek gedung dan makanan, kasih 25 juta lah, dah lengkap itu plus sama sumbangan dari teman dan kerabat (tapi jangan ngandelin yang ini yak... :D). sisa dana sekarang 15 juta, beli tiket ke lombok atau bali sekitar 3 juta, nginep dsana cukup 2 juta, oleh-oleh 2juta, total 7 juta. masih ada dana 7 juta, buat apa? sisanya sebaiknya dkasih ke orang tua, tanyakan apakah mereka masih punya tunggakan akibat pernikahan mereka.
nah, mislanya dari sumbangan terkumpul 5 juta dan beberapa kado, manfaatkan itu untuk membeli perlengkapan rumah, dimana kalian akan tinggal. kalaupun uang segitu kurang, kamu bisa minjam ke orang tua kamu, masa' tega mereka sama anak mantu mereka yang paling cantik dan paling ganteng sih?
jadi, tunggu apa lagi.... segeralah menikah :D
salam hangat dari bintaro yang baru saja turun hujan...
masih terngiang jelas di otakku apa yang beliau maksudkan. aku sih berfikirnya, ketika aku nanti nikah, saya harus sudah siap dimana kami akan tinggal, bagaimana kami akan membesarkan anak, dimana dia akan sekolah dan bagaimana biaya pernikahan yang kami langsungkan.
namun, akhirnya otakku sedikit demi sedikit meneriman nasehat itu. kita butuh ''keterpaksaan'' untuk melakukan hal besar, bukan cuma mempersiapakannya saja, karena memulai sudah merupakan setengah jarak yang kita tempuh.
saya gambarkan begini, di awal kamu punya uang 20 juta untuk menikah. kamu berpikir bahwa uang itu gak akan mencukupi biaya pernikahan kelak, apalgi untuk menghidupi keluarga yang terbentuk kelak, nikah saja sudah butuh 15 juta lebih, perhitungan jika gak nyewa tempat dan catering yak.
ketika kamu mengajaknya untuk menikah, kamu hanya butuh keberanian, uang tetep utuuh. ketika lamaranmu diterima, pernikahan akan dilaksanakan oleh dua orang, kalian berdua. uang jadi nambah, kamu 20 juta dan dia misalnya 20 juta, total 40 juta. bikin undangan, eh bapak ibu yang ngundang, uang tetep utuh. bantu-bantu orang tua untuk membuat persiapan, dari sound system nyampek gedung dan makanan, kasih 25 juta lah, dah lengkap itu plus sama sumbangan dari teman dan kerabat (tapi jangan ngandelin yang ini yak... :D). sisa dana sekarang 15 juta, beli tiket ke lombok atau bali sekitar 3 juta, nginep dsana cukup 2 juta, oleh-oleh 2juta, total 7 juta. masih ada dana 7 juta, buat apa? sisanya sebaiknya dkasih ke orang tua, tanyakan apakah mereka masih punya tunggakan akibat pernikahan mereka.
nah, mislanya dari sumbangan terkumpul 5 juta dan beberapa kado, manfaatkan itu untuk membeli perlengkapan rumah, dimana kalian akan tinggal. kalaupun uang segitu kurang, kamu bisa minjam ke orang tua kamu, masa' tega mereka sama anak mantu mereka yang paling cantik dan paling ganteng sih?
jadi, tunggu apa lagi.... segeralah menikah :D
salam hangat dari bintaro yang baru saja turun hujan...
Senin, Oktober 22, 2012
Manajemen Hati...
Nah, setelah sekian lama, akhirnya otak saya sedikit encer
karena demam, ide tetiba muncul akibat sentakan atasan akibat perbuatan bodoh
kami di hari sabtu kemaren...
Jadi, ceritanya begini...
Jum’at sore 02.00 pm, semua berkumpul di ruangan kantor, kecuali
teman kami si S, dia ikutan latihan PBB di pusat mahasiswa... badai membawa berita bahwa akan ada
pemeriksaan BPK di kantor kami, menurutku tu wajar saja dan gak perlu takut,
tpi sang M udah panik duluan, diajaklah kami ke lembur di hari sabtu ceria...
Dan satu bagian kami sudah janji sama seorang eselon di
kantor pusat untuk makan-makan di rumahnya, kamipun lembur dengan setengah
hati. Merasa semua sudah selesai dan gak ada yang perlu ditunggu, kami langsung
cabut ke tempat makan-makan.
Dari situlah masalah berawal, kami sudah malas waktu itu,
jadi kami niat dengan sepenuh hati dengan semangat juang tinggi karena habis
DBK, kami kabur, meninggalkan M sendiri di kantor.
Minggu kami punya prediksi kalau senin bakalan berdarah-darah
di kantor, dan dugaaan itu ternyata benar... kami bertiga langsung dipanggil ke
ruangan M, panas dingin dan keringat sudah bercampur di dalam hati, desingan
kata-kata datang bertubi-tubi, aku dan mas A sudah tidak mampu lagi melihat matanya yang menyeramkan, rasa di muka sudah panas dengan muntahan bubuk
kemarahan, cipratan demi cipratan meluluhlantahkan mental kami, kecuali satu
teman kami, si B, dia agak sedeng, dimarahin begtu dia malah senyum-senyum, katanya
sih apa yang dia dengerin gak disangkutin ke otaknya (????) yang lalu biarlah
berlalu....
Nah, masih berlanjut ternyata amarahnya, dia membanting
pintu dengan kerasnya tadi (sebelum cerita ini dibuat_red), kami gak berkutik,
bukan gak berani melawan, tpi atasan selalu benar... inget yak!!! Catet!!
Salam hangat di bawah hujan... #demam
Ceritanya gak nyambung kan sama judulnya? Aku juga bingung
kenapa tadi judulnya itu, tpi sudahlah, gak penting, tpi intinya itu lah...
Langganan:
Postingan (Atom)